Langsung ke konten utama

Postingan

KM ITB dan Saya

Postingan terbaru

Meruak Tanpa Muak

Istilah “Industri 4.0” sudah sangat umum. Semua bermula sejak awal 2018, diikuti dengan sosialisasi dari Kementerian Perindustrian tentang rancangan “Making Indonesia 4.0”.Namun, istilah Society 4.0 ‘Masyarakat 4.0’ tidak sama populernya dengan Industri 4.0. Justru, istilah ‘Masyarakat 5.0’ lebih dahulu terdengar — setidaknya untuk saya — setelah Perdana Menteri Jepang dalam Forum Ekonomi Dunia menyatakan visi mengenai hal tersebut.Akan tetapi, tentu Masyarakat 5.0 tidak akan ada tanpa Masyarakat 4.0, sementara Masyarakat 4.0 tidak akan ada tanpa Masyarakat 3.0, dan begitu seterusnya. Oleh karena itu, mari kita mulai kelas singkat mengenai sejarah masyarakat modern.Masyarakat 1.0 lahir ketika manusia pertama hadir. Kata kuncinya adalah berburu. Kehidupan nomaden demi mempertahankan keberlangsungan hidup itu lama-lama bergeser seiring kemampuan memasak dan melindungi diri meningkat. Muncullah Masyarakat 2.0 yang disebut sebagai era pertanian sekitar 13.000 tahun sebelum Masehi.Jika mel…

Berkaca pada Sister City: Mengembangkan Medan sebagai Kota Agrobisnis dan Agroindustri

Saya masih ingat bagaimana saya turut berbangga saat teman-teman saya sukses unjuk gigi di Tiongkok sebagai perwakilan dari Medan. Saat itu, saya masih belum tahu mengapa penampilan tersebut dilakukan di Chengdu. Saya berpikir, mengapa tidak sekalian saja di Beijing selaku ibukota negara?Barulah akhir-akhir ini saya mengetahui bahwa Kota Chengdu adalah sister city dari Kota Medan. Performa teman-teman saya itu pun dilakukan untuk kegiatan 2016 Chengdu International Sister Cities Youth Music, bukan kegiatan pertukaran pelajar biasa seperti yang saya kira.Saya mulai merasa kepo. Beberapa literatur saya lahap untuk menemukan definisi bahwa sister city ‘kota kembar’ adalah konsep penggandengan dua kota untuk menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Umumnya, kota tersebut terletak di negara yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Medan dan Chengdu.Saya semakin kepo dan mencoba makan lebih banyak lagi. Lantas saya menyadari bahwa sister city ini tidak hanya bisa didefinis…