Langsung ke konten utama

Aratemeru VS Naosu VS Tadasu

[Cerpen] Ceri Merah


Hujan, lagi, dan payung tertinggal di garasi rumah, lagi. Langkahku menimbulkan cipratan air, lagi dan lagi. Bahkan saat kuputuskan berhenti sejenak di bawah pohon—bukan bermaksud berteduh, hanya terengah-engah saja—tidak ada lagi buah berwarna merah yang memikat hati seperti biasa.

Bentuknya mungil, berayun-ayun di ujung ranting, dan rasanya manis—kecuali kalau kamu sedang bernasib buruk. Biasanya mudah sekali menemukannya, seperti mencari semut di sekitar gula. Akan tetapi, kelihatannya sudah tiba masa untuk bermalas-malasan?

Aku mendongakkan kepala, berharap bisa melihat lebih jauh ke sela-sela dedaunan. Sesekali mengaduh juga bila kacamataku menjadi tempat mendarat tetesan air hujan. Namun, ke mana pun mencari, warna merah menggoda belum juga didapati mata.

Mungkin, semuanya sudah berubah, hingga pohon ceri pun tega membuatku kecewa seperti ini.

Dalam memoriku, setiap kali aku berhenti di sini, aku akan tergelak. Ceri merah yang mungil itu menjadi sebab pertengkaranku denganmu—kekanak-kanakan sekali, padahal sudah memakai seragam putih abu-abu. Sementang tubuhmu jauh lebih menjulang dibandingkan aku, bibirmu selalu mengolok-olokku, mencelaku yang tidak bisa mengambil buah ceri sendiri.

Dasar kurang ajar. Kamu sudah tahu, tapi seolah melupakan aku dan sabuk merahku.

Ah, lagi-lagi merah.

Warna merah kian membayang-bayangi pikiranku, tapi mataku tidak kunjung menemukan ceri merah. Semuanya hijau; semuanya belum matang; semuanya masih menunggu waktu.

Kalau aku katakan begini, mungkin kamu akan bertingkah seolah-olah ingin muntah. Akan tetapi, untuk 20 detik saja,  aku ingin menatap irismu dan berbicara dengan serius. 

“Maukah kamu menghampiriku sekarang seraya membawa payung, lalu menemaniku di sini menanti buah ceri yang akan memerah ini?”

Jika ya, aku akan kembali menghiasi lembaran hariku dengan warna-warna yang cerah—kamu boleh meminta bantuanku untuk mengisi lembaran harimu juga. Jika tidak, aku akan mengubah pertanyaannya. Jadi, dengarkan baik-baik. 

“Maukah kamu menghampiriku satu dekade lagi, meraih jemari manisku, lalu menyematkan cincin platinum berdiameter sama seperti buah ceri yang akan memerah ini?”

Sambil merindukan sosokmu yang selalu tertawa di dalam mimpiku, mataku mencari ceri merah sekali lagi, kemudian kembali menerobos hujan sebelum senja menjelang.

TAMAT


Ditulis pada tanggal 28 September 2016
oleh Zahra Annisa Fitri (Miichan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[INFO] Baca Detective Conan Online Berbahasa Indonesia di mana ya?

Holaa~ Miichan balik lagi~ Kali ini, Miichan mau kasih info tentang dimana kita bisa baca komik Detective Conan Indonesia online. Mungkin sudah banyak yang tahu dan ini udah umum banget. Tapi nggak ada salahnya Miichan post. Berikut adalah 3 situs yang Miichan rekomendasikan. Pertama, di  mangacanblog.com . Di sini bukan cuma Detective Conan. Masih banyak lagi manga yang ada di sini yang dapat kita baca online. Ini adalah situs manga online yang pertama kali Miichan tahu dan pertama kali Miichan buka. Ke dua , di  komikid.com . Di sini juga cuma bukan Detective Conan, tetapi bercampur dengan yang lain. Di ke dua situs ini cukup lengkap dan chapter nya selalu diperbarui jika sudah terbit ^^ Bagi penggemar manga  yang tidak hanya suka sama Conan, mungkin lebih cocok sama dua situs di atas karena bercampur dengan manga  yang lain, juga chapter nya selalu diperbarui. Tapi bagi yang suka manga Detective Conan saja seperti Miichan, Miichan lebih suka ke  conanianscanlation.blogspot.

Yuria dan Yukirin Tampil dalam Acara Palang Merah Jepang

Sekian lama tidak muncul dengan berita 48Family (' - ' )... Oke! Pada 28 Agustus 2014 kemarin, Yuria (Kizaki Yuria) dan Yukirin (Kashiwagi Yuki) tampil dalam di Universitas Sophia kampus Yotsuya di Tokyo untuk meluncurkan kampanye Palang Merah Jepang "JOIN! Seikijuji wa, anata no chikara o matteiru!" Yuria (kiri) dan Yukirin (kanan)

Model Sel Tumbuhan

Minggu lalu, Miichan bersama teman-teman sekelompok Miichan (Ina, Anneechan, Deannova), kumpul untuk membuat model sel ini dan hari Jum'at kemarin dikumpulkan ^^ Ini dia.. Sayangnya Miichan nggak ada di foto karena Miichan lagi sakit, jadi nggak masuk sekolah T_T Ini keterangan dari model sel tumbuhannya : Bola hijau  adalah model dari nukleolus  dan bintik pink nya adalah model dari nukles  (bagian dari nukleolus ) Tali-tali biru  di dekat bola hijau yang ada pink-pinknya adalah retikulum , sedangkan tali-tali merah  di dekatnya di sebelah kanan (yang numpuk), itu adalah retikulum endoplasma halus Tali gepeng merah bersama mangkok  (?)   dan bola-bola merah  yang di dekat tali-tali biru adalah badan golgi Sterofom biru di tengah-tengah adala vakuola Lingkaran gepeng kuning  yang di tengahnya ada liukan gepeng jingga  di bagian tengah adalah mitokandria Tiga lingkaran hijau dengan bulat-bulat kuning  adalah kloroplas Sterofom bagian samping  yang berdiri tega