Langsung ke konten utama

6月27日日記

[Cerpen] Ceri Merah


Hujan, lagi, dan payung tertinggal di garasi rumah, lagi. Langkahku menimbulkan cipratan air, lagi dan lagi. Bahkan saat kuputuskan berhenti sejenak di bawah pohon—bukan bermaksud berteduh, hanya terengah-engah saja—tidak ada lagi buah berwarna merah yang memikat hati seperti biasa.

Bentuknya mungil, berayun-ayun di ujung ranting, dan rasanya manis—kecuali kalau kamu sedang bernasib buruk. Biasanya mudah sekali menemukannya, seperti mencari semut di sekitar gula. Akan tetapi, kelihatannya sudah tiba masa untuk bermalas-malasan?

Aku mendongakkan kepala, berharap bisa melihat lebih jauh ke sela-sela dedaunan. Sesekali mengaduh juga bila kacamataku menjadi tempat mendarat tetesan air hujan. Namun, ke mana pun mencari, warna merah menggoda belum juga didapati mata.

Mungkin, semuanya sudah berubah, hingga pohon ceri pun tega membuatku kecewa seperti ini.

Dalam memoriku, setiap kali aku berhenti di sini, aku akan tergelak. Ceri merah yang mungil itu menjadi sebab pertengkaranku denganmu—kekanak-kanakan sekali, padahal sudah memakai seragam putih abu-abu. Sementang tubuhmu jauh lebih menjulang dibandingkan aku, bibirmu selalu mengolok-olokku, mencelaku yang tidak bisa mengambil buah ceri sendiri.

Dasar kurang ajar. Kamu sudah tahu, tapi seolah melupakan aku dan sabuk merahku.

Ah, lagi-lagi merah.

Warna merah kian membayang-bayangi pikiranku, tapi mataku tidak kunjung menemukan ceri merah. Semuanya hijau; semuanya belum matang; semuanya masih menunggu waktu.

Kalau aku katakan begini, mungkin kamu akan bertingkah seolah-olah ingin muntah. Akan tetapi, untuk 20 detik saja,  aku ingin menatap irismu dan berbicara dengan serius. 

“Maukah kamu menghampiriku sekarang seraya membawa payung, lalu menemaniku di sini menanti buah ceri yang akan memerah ini?”

Jika ya, aku akan kembali menghiasi lembaran hariku dengan warna-warna yang cerah—kamu boleh meminta bantuanku untuk mengisi lembaran harimu juga. Jika tidak, aku akan mengubah pertanyaannya. Jadi, dengarkan baik-baik. 

“Maukah kamu menghampiriku satu dekade lagi, meraih jemari manisku, lalu menyematkan cincin platinum berdiameter sama seperti buah ceri yang akan memerah ini?”

Sambil merindukan sosokmu yang selalu tertawa di dalam mimpiku, mataku mencari ceri merah sekali lagi, kemudian kembali menerobos hujan sebelum senja menjelang.

TAMAT


Ditulis pada tanggal 28 September 2016
oleh Zahra Annisa Fitri (Miichan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[INFO] Baca Detective Conan Online Berbahasa Indonesia di mana ya?

Holaa~ Miichan balik lagi~ Kali ini, Miichan mau kasih info tentang dimana kita bisa baca komik Detective Conan Indonesia online. Mungkin sudah banyak yang tahu dan ini udah umum banget. Tapi nggak ada salahnya Miichan post. Berikut adalah 3 situs yang Miichan rekomendasikan. Pertama, di  mangacanblog.com . Di sini bukan cuma Detective Conan. Masih banyak lagi manga yang ada di sini yang dapat kita baca online. Ini adalah situs manga online yang pertama kali Miichan tahu dan pertama kali Miichan buka. Ke dua , di  komikid.com . Di sini juga cuma bukan Detective Conan, tetapi bercampur dengan yang lain. Di ke dua situs ini cukup lengkap dan chapter nya selalu diperbarui jika sudah terbit ^^ Bagi penggemar manga  yang tidak hanya suka sama Conan, mungkin lebih cocok sama dua situs di atas karena bercampur dengan manga  yang lain, juga chapter nya selalu diperbarui. Tapi bagi yang suka manga Detective Conan saja seperti Miichan, Miichan lebih suka ke  conanianscanlation.blogspot.

Urutan Benua Terbesar

Konban wa, minna-san ! Kita tinggal di Bumi, yang tentunya memiliki beberapa benua. Di sini, Miichan mau mengurutkan dari benua yang terbesar ke yang terkecil! Semoga bermanfaat! 1. Asia Luas wilayahnya 44.580.000 km² Memiliki prosentase daratan sampai 29,4% Benua terbesar dengan populasi terpadat Wilayahnya benua Asia mencakup 8,6% permukaan Bumi yang meliputi daratan luas Afrika-Eurasia tanpa Eropa dan Afrika. Batas antara Asia dan Eropa sangat kabur, yakni berasa di wilayah Dardanella, Laut Marmara, selat Bosforus, Laut Hitam, pegunungan Kaukasus, Laut Kaspia, Sungai Ural (atau Sungai Emba), dan Pegunungan Ural hingga Novaya Zemlya, sedangkan dengan Afrika, Asia bertemu di sekitar Terusan Suez. Sekitar 60% populasi dunia tinggal di Asia. Wilayah Asia merupakan benua Asia ditambah kepulauan di sekitar Samudra Hindia dan Pasifik.

All About SHINICHI KUDO - Tokoh-Tokoh di Detective Conan

Ohayou   minna!!   Ketemu lagi dengan Miichan :3 Akhir-akhir ini Miichan semangat ngeblog  niih, hehe.. Di post " Belajar Bahasa Jepang bersama Miyoko ", Miichan kan pernah nyantumin bahwa Miichan suka Detective Conan, hehe.. Nah, Miichan berniat mau bikin post  demi post  tentang DC dengan lengkap :D Tokorode , di post  ini Miichan mau bahas tentang SHINICHI KUDO . ~ SHINICHI KUDO Nama Jepang : 工藤 新一  Kudō Shin'ichi Nama Inggris : Jimmy Kudo Umur : 16 - 17 tahun Tinggi / Berat : 174 cm / Tidak diketahui Tanggal lahir : 4 Mei Orangtua : Kudo Yusaku & Kudo Yukiko Profesi : Siswa SMU Teitan // Detektif Muncul pertama kali di file  1 dan episode 1 Menjadi keyhole  volume 1 dan 62 Shinichi adalah tokoh protagonis utama di Detective Conan tetapi dalam wujud Conan (meski sekali-kali muncul sebagai wujud asli). Shinichi adalah anak kelas 2 SMU Teitan. Ia terkenal karena sering membantu kepolisian Tokyo. Ia lahir dari pasangan Yusaku Kudo, seorang penulis