Langsung ke konten utama

Faktor Penyebab Kepadatan Penduduk

Suatu wilayah dapat menjadi padat jika terdapat faktor pendukung di dalamnya. Antara lain :
  • Kesuburan tanah
Daerah yang subur dapat digunakan untuk aktivitas pertanian ataupun perkebunan. Aktivitas tersebut dapat digunakan sebagai sumber aktivitas ekonomi pula. Karenanya, biasanya wilayah berdaerah yang subur adalah wilayah yang padat. 
  • Bentuk lahan
Selain kesuburan tanah, bentuk lahan juga menjadi faktor penting bagi seseorang memilih tempat bermukim. Biasanya daerah dataran lebih padat dibanding yang tidak datar, seperti perbukitan ataupun pergunungan. Hal ini disebabkan karena dengan lahan yang datar memudahkan mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain.
  • Iklim
Iklim yang lebih banyak diminati (A/N : Mohon maaf kalau penggunaan katanya salah '-') biasanya adalah iklim yang tidak berubah secara drastis. Dibandingkan dengan iklim subtropis, tentu saja lebih nyaman tinggal di daerah tropis. Mengapa? Karena suhu antara musim yang satu dengan yang lainnya tidak jauh berbeda. Bandingkanlah dengan iklim subtropis yang musimnya dapat bersuhu ekstrim. Pada musim panas dapat sangat panas sampai 40 derajat, sedangkan pada musim dingin bisa mencapai suhu kurang dari 0 derajat.
  • Pusat pemerintahan
Meskipun tanahnya tidak subur, biasanya wilayah yang menjadi pusat pemerintahan akan menjadi padat. Contohnya Jakarta. Tidak hanya di Indonesia, negara yang lain pun kemungkinan besar wilayah yang menjadi pusat pemerintahannya lebih padat dibanding wilayahnya yang lain. Misalnya Tokyo, Jepang ataupun Seoul, Korea Selatan. Orang-orang memilih tinggal di wilayah ini karena biasanya wilayah yang menjadi pusat pemerintahan, semua aktivitas ada berpusat di sini.
  • Pusat pendidikan
Selain pusat pemerintahan, wilayah yang menjadi pusat pendidikan pun biasanya adalah wilayah yang padat. Hal ini disebabkan karena orang-orang pasti ingin mendapat pendidikan yang baik dan biasanya sesuatu yang menjadi pusat adalah sesuatu yang baik. Maka dari itu, orang-orang pun memilih tinggal di sini.

  • Prasarana jalan
Faktor yang ini berkaitan dengan dua faktor pertama, yaitu kesuburan tanah dan bentuk lahan. Bayangkanlah, di tanah yang keras dan kering kerontang, tentu saja sulit membuat jalan yang rata (A/N : Mohon maaf kalau salah ><) Dan di lahan yang tidak datar pun sama sulitnya. Tetapi di jalan yang subur dan datar, hal ini dapat dilakukan dengan mudah. Dengan prasarana jalan yang memadai, mobilitas dapat berlangsung dengan lancar sehingga aktivitas dapat dilakukan dengan baik.

Begitulah beberapa faktor penyebab kepadatan penduduk. Mohon maaf kalau ada beberapa yang salah, ya! >< Faktor ini Miichan kutip dari penjelasan guru IPS Miichan, sementara penjelasannya berdasarkan logika Miichan. Semoga bermanfaat!

Dibutuhkan tanggapannya baik berupa kritik, saran, ataupun ada yang mau memberi tambahan faktor? Silakan, Miichan tunggu di kolom komentar ^^

Komentar

  1. kok engggak bisa di copy sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, tetapi Blog Miyoko-chan memang tidak bisa di-copy. Mohon pengertiannya :) Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urutan Benua Terbesar

Konban wa, minna-san! Kita tinggal di Bumi, yang tentunya memiliki beberapa benua. Di sini, Miichan mau mengurutkan dari benua yang terbesar ke yang terkecil! Semoga bermanfaat!


1. Asia
Luas wilayahnya 44.580.000 km²Memiliki prosentase daratan sampai 29,4%Benua terbesar dengan populasi terpadat Wilayahnya benua Asia mencakup 8,6% permukaan Bumi yang meliputi daratan luas Afrika-Eurasia tanpa Eropa dan Afrika. Batas antara Asia dan Eropa sangat kabur, yakni berasa di wilayah Dardanella, Laut Marmara, selat Bosforus, Laut Hitam, pegunungan Kaukasus, Laut Kaspia, Sungai Ural (atau Sungai Emba), dan Pegunungan Ural hingga Novaya Zemlya, sedangkan dengan Afrika, Asia bertemu di sekitar Terusan Suez. Sekitar 60% populasi dunia tinggal di Asia. Wilayah Asia merupakan benua Asia ditambah kepulauan di sekitar Samudra Hindia dan Pasifik.

Model Sel Tumbuhan

Minggu lalu, Miichan bersama teman-teman sekelompok Miichan (Ina, Anneechan, Deannova), kumpul untuk membuat model sel ini dan hari Jum'at kemarin dikumpulkan ^^ Ini dia..



Sayangnya Miichan nggak ada di foto karena Miichan lagi sakit, jadi nggak masuk sekolah T_T
Ini keterangan dari model sel tumbuhannya : Bola hijau adalah model dari nukleolus dan bintik pinknya adalah model dari nukles (bagian dari nukleolus)Tali-tali biru di dekat bola hijau yang ada pink-pinknya adalah retikulum, sedangkan tali-tali merah di dekatnya di sebelah kanan (yang numpuk), itu adalah retikulum endoplasma halusTali gepeng merah bersama mangkok (?)dan bola-bola merah yang di dekat tali-tali biru adalah badan golgiSterofom biru di tengah-tengah adala vakuolaLingkaran gepeng kuning yang di tengahnya ada liukan gepeng jingga di bagian tengah adalah mitokandriaTiga lingkaran hijau dengan bulat-bulat kuning adalah kloroplasSterofom bagian samping yang berdiri tegak menjadi penutup model itu adalah dinding se…

Lirik Lagu "Si Patokaan" dan Maknanya

Minna, konbanwa!

Di kesempatan kali ini, Miichan ingin membagikan lirik lagu daerah dari Sulawesi Utara, yaitu "Si Patokaan". Dan pastinya nggak akan srek kalau belum dilengkapi makna dari liriknya. Oke, langsung saja! :D

~ SI PATOKAAN ~ Sayang sayang, Si Patokaan Mantego-tego gorokan Sayang Sayang sayang, Si Patokaan Mantego-tego gorokan Sayang
Sako mangemo tanah man jauh Mangemo milei lek lako Sayang Sako mangemo tanah man jauh Mangemo milei lek lako Sayang
Lagu ini memiliki pola penuturan pantun. Sementara maknanya sendiri adalah ungkapan perasaan cinta sekaligus khawatir dari seorang Ibu pada anaknya yang sudah beranjak dewasa dan telah wajib mencari nafkah sendiri, biasanya anak laki-laki. Perasaan khawatir ini erat kaitannya dengan sebab "sang anak hendak merantau". Jika dilihat lebih dalam, lirik lagu ini secara utuh mengandung doa dan motivasi. Oh ya, Si Patokaan sendiri berarti orang-orang yang termasuk dalam wilayah Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara.

Tet…